Mandzukic Menganggap Dirinya Seorang Pejuang, Usai Dari Juventus ke Klub Qatar


resmi bergabung dengan klub Qatar,yaitu Al Duhail. Pemain yang berasal dari Krosia itu diperkenalkan diri secara resmi di Doha pada Kamis (2/1/2020). Dalam sesi perkenalan ini, ia pun masih mengenang kebersamaannya bersama dengan Juventus, dalam nada positif.

Juventus Sedang Cari Solusi Terbaik untuk Mandzukic

etelah tersingkir dari skuat Juventus. Bianconeri sedang mencari solusi terbaik untuk penyerang asal Kroasia itu.

Mandzukic belum bermain bersama Juventus di musim ini. Dia tak masuk skuat untuk Liga Champions. Sementara di Liga Italia dia cuma sebatas menjadi penghangat bangku cadangan.

Mandzukic kalah bersaing dengan penyerang Juve lainnya, Gonzalo Higuain, Cristiano Ronaldo, dan Paulo Dybala. Untuk sementara, CR7 masih menjadi top skorer tim dengan 5 gol yang sudah dibikin.

Baca juga: ‘Mandzukic Bukan Solusi Krisis MU’

Mandzukic sudah dikabarkan akan hengkan di bulan Januari. Manchester United merupakan salah satu klub peminatnya.

Setan Merah memang kekurangan stok penyerang tengah karena hengkangnya Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Direktur olahraga Juventus, Fabio Paratici, memberi penjelasan mengenai situasi Mandzukic.

“Kami berbicara dengan Mandzukic untuk menemukan solusi terbaik,” kata Paratici di Sky Sports.

“Kami tetap terbuka untuk skenario apapun, jadi bertahan di sini atau hengkang ke tempat lain. Kami mendiskusikan itu untuk menemukan solusi untuk kedua belah pihak,” dia menambahkan.

Sebelum ia hijrah ke Al Duhail ,Mandzukic bak mengalami mimpi yang buruk di Juventus. Ia tak pernah sekalipun turun memperkuat Nyonya Tua sejak Mei 2019.

Padahal yaitu, sebelum kedatangan Maurizio Sarri yang sebagai pelatih kepala Nyonya Tua, Mandzukic bisa di sebut sebagai andalan di sektor depan klub yang bermarkas di Turin itu.

Namun, selama itu pun,Mandzukic mengaku memiliki waktu untuk mempertimbangkan semua tawaran yang datang kepadanya. Kariernya yang panjang di sepak bola Eropa justru membuatnya untuk berpikir serius mencari lingkungan yang lain untuk melanjutkan kiprahnya.

“Tak bermain merupakan sesuatu yang baru untuk saya,” ungkap Mandzukic, menyiratkan betapa ia mengalami momen yang begitu kelam dalam hidupnya, setidaknya dalam enam bulan terakhir ini.

“Tapi, saya ini adalah pejuang seumur hidup saya. Jadi, saya akan terus berjuang menjaga kondisi agar tetap bugar. Jelas karena hal ini, saya perlu mengenal rekan pada satu tim baru saya, tapi saya merasa baik dan menjaga diri saya dalam kondisi yang prima,” ucapnya.

“Saya tak suka bicara tentang masa yang sudah lalu, jadi mari kita melihat ke masa depan. Saya sudah menyampaikan semua yang mau saya katakan di media sosial, dan saya tak ingin untuk mengulanginya kembali,” lanjut pemain bola yang berusia 33 tahun itu.

Tidak lama setelah dikonfirmasi meninggalkan club Juventus dan gabung Al Duhail, Mandzukic menggugah salam perpisahan dengan penuh haru, tepatnya jatuh pada Hari Natal (25/12/2019).

Dalam ucapan Mandzukic itu, kendati ia seperti diperlakukan bak habis manis sepah dibuang, Mario Mandzukic tetap berterima kasih kepada semua sosok-sosok di Juventus, termasuk rekannya dalam satu tim, serta menyatakan kebanggaannya telah ikut membawa raksasa Serie A itu memenangi berbagai gelar dalam 4,5 tahun kebersamaan.


Bantah Ada konflik Dengan Ronaldo

Mario Mandzukic juga membantah dirinya ikut terlibat perseteruan dengan megabintang Juventus,yaitu Cristiano Ronaldo, dalam sesi latihan.

“Semua orang tahu dia itu pemain yang sangat luar biasa dan sangat bekerja keras untuk meningkatkan kualitas dirinya. Saya sangat menikmati sekali bermain bersamanya, karena kami saling memahami antara satu sama lain dengan sempurna,” ucap Mandzukic.

Mandzukic dan Ronaldo saling bahu-membahu di dalam sektor penyerangan Juventus di musim 2018-2019, saat Nyonya Tua masih dibesut oleh Massimiliano Allegri. 

Kini, Mandzukic sudah mulai membuka lembaran baru. Di Al Duhail, ia bisa bereuni bersama dengan sesama eks pemain Juventus, yakni Medhi Benatia.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih pada Al Duhail, karena sejauh ini saya menikmati hari-hari yang menyenangkan di sini dan menerima bantuan, baik di dalam maupun luar lapangan. Saya segera merasa seperti di rumah sendiri dan ini sinyal bagus buat saya,” ucapnya.

“Saya juga bisa berjumpa denga Medhi Benatia lagi, pemain dan sosok yang sangat luar biasa. Kehadirannya di sini begitu sangat berguna buat saya,” imbuh Mandzukic.